Sunday, September 21, 2014

Tabut Perjanjian


e-Okezone.com, Tabut Perjanjian - Tabut perjanjian ini dibuat pada zaman Musa oleh seseorang yang bernama Bezaleel, yaitu beberapa waktu setelah mereka keluar dari Mesir hendak menuju Kanaan.

Tabut Perjanjian Secara Fisik (Kel 37:1-9)
"Bezaleel membuat tabut itu dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya, dan satu setengah hasta tingginya. Disalutnyalah itu dengan emas murni, dari dalam dan dari luar, dan dibuatnyalah bingkai emas sekelilingnya. Dituangnyalah empat gelang emas untuk tabut itu, pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua. Dibuatnyalah kayu pengusung dari kayu penaga dan disalutnyalah itu dengan emas. Dan dimasukkannyalah kayu pengusung itu ke dalam gelang yang pada rusuk tabut itu, supaya tabut dapat diangkut. Dibuatnyalah tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya. Dibuatnyalah dua kerub dari emas, dari emas tempaan dibuatnya itu, pada kedua ujung tutup pendamaian itu, satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu dibuatnya kerub itu pada kedua ujungnya. Kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya ke atas,..."

Isi Tabut Perjanjian (Ibrani 9:4)
Dalam tabut perjanjian ada manna, tongkat Harun dan dua loh batu. Didalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian.

Makna Tabut Perjanjian (Keluaran 25:22)
Tabut perjanjian memiliki makna yang sangat penting bagi bangsa Israel. Tabut perjanjian itu merupakan tempat Allah hadir. "Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan..."

Perjalanan Tabut Perjanjian (I & II Samuel, I & II Tawarikh, I & II Raja-raja)
Setelah keluar dari Mesir, kemanapun bangsa Israel bergerak, tabut perjanjian ini selalu dibawa oleh para imam dari suku Lewi. Pertama-tama dibawah pimpinan Musa selanjutnya; Yosua (Tabut perjanjian dibawa menyeberangi sungai Yordan. Akibatnya sungai Yordan itu menjadi kering karena airnya sebak. Berikutnya dibawa mengelilingi tembok Yerikho, akibatnya tembok Yerikho roboh). Selanjutnya; Para Imam (Pada zaman imam Samuel tabut perjanjian dirampas orang Filistin, akibatnya orang filistin kena kutuk. Selanjutnya; tabut perjanjian dipulangkan kepada bangsa Israel tetapi tidak diantar sampai tempatnya yang semula. Tetapi dititipkan dirumah ABinadab. Selama Saul memerintah sebagai raja, tabut perjanjian tetap berada dirumah Abinadab. Selanjutnya pada saat Daud menjadi raja, tabut perjanjian diambil dari rumah Abinadab. Namun karena dalam perjalanan, Uza salah satu tim pengambil tabut perjanjian meninggal karena hadirat Tuhan yang ada pada tabut perjanjian, maka proses pemindahan tabut perjanjian untuk sementara dihentikan dan tabut perjanjian itu dititipkan di rumah Obed-Edom. Selanjutnya; 3 bulan kemudian tabut perjanjian diusung oleh para imam ke Yerusalem dengan mengorbankan 2 lembu tiap 6 langkah. Selanjutnya; ada dalam pemerintahan Salomo, selanjutnya; ada pada pemerintahan raja-raja.

Tabut Perjanjian Saat Ini di Sorga (Wahyu 11:19)
"Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat."

Tabut Perjanjian Bagi Kita
Seperti bangsa Israel membutuhkan tabut perjanjian, kita juga membutuhkan tabut perjanjian tersebut, namun bukan dalam arti tabut perjanjian secara fisik, karena saat ini tabut itu sudah tidak ada. Kita membutuhkan tabut perjanjian dalam arti hadirat Allah. Karena meskipun secara fisik tabut itu sudah tidak ada namun hadiratNya masih ada, nyata, dan bisa hadir dimana-mana. Hadirat itulah yang akan memberi jawaban bagi segala kebutuhan kita. Hadirat itulah yang memerdekakan hidup kita. Saat hadirat Allah datang, kemuliaanNya pun juga memenuhi tempat di mana Allah hadir. Bagaimana cara agar hadirat Allah itu nyata dalam hidup kita? SEMBAH DIA sebagai Tuhan dan Raja, amen./rp-wjgkkd/170906-p04/e-okezone.com

* Image credited to: bless-store.com

Saturday, September 13, 2014

Hadirat Tuhan


"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?" Mazmur 42:2-3
e-Okezone.com, Hadirat Tuhan - Tuhan Harus Menjadi Permulaan dan Akhir Penyembahan Kita. Menyembah Tuhan tujuannya sama sekali bukan untuk mencari perasaan-perasaan yang enak, tetapi hanya untuk meninggikan Tuhan dan mengalami hadiratNya. Hadirat Tuhan ada di mana-mana tetapi tidak selalu nyata dan tidak selalu bermanifestasi. Hadirat Tuhan menjadi nyata dan bermanifestasi ketika umat Tuhan baik secara pribadi maupun korporat benar-benar meninggikan Dia lewat doa, pujian dan penyembahan. Univesity of Texas mengadakan suatu penelitian tentang embun dan diperoleh kesimpulan bahwa embun tidak berasal dari atas atau dari bawah tanah, tetapi embun terjadi dengan sendirinya ketika ada beberapa faktor yang menyatu pada suatu keadaan yang tepat. Demikian juga dengan hadirat Tuhan yang maha hadir tersebut menjadi nyata dan bermanifestasi pada saat yang tepat, yaitu ketika kita ada dalam penyambahan kepada Dia. Kitalah yang menentukan saat yang tepat itu, apakah hanya sehari sekali, seminggu sekali, sebulan sekali atau setiap detik dalam hidup kita.

Setiap kita diciptakan dan didesain untuk ada dalam hadirat Tuhan. Jika hidup kita keluar dari hadirat Tuhan, kita akan seperti ikan keluar dari air dan beberapa saat kemudian akan mati. Kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh beberapa sering kita tinggal dalam hadirat Tuhan. Kita jangan hanya penjadi pengunjung Tuhan, tetapi marilah kita menjadi orang-orang yang senantiasa ada bersama-sama dengan Dia.

Tabut Tuhan Harus dipikul oleh Para Pemuji dan Penyembah
Ketika itu berkatalah Daud: "Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih Tuhan untuk mengangkat tabut Tuhan dan untuk menyelenggarakannya sampai selama-lamanya." Kemudian bani Lewi mengangkat tabut Allah itu dengan gandar pengusung di atas bahu mereka, seperti yang diperintahkan Musa, sesuai dengan firman Tuhan. (I Tawarikh 15:2,15)

Tabut Tuhan atau hadirat Tuhan berhubungan langsung dengan musik, pujian dan nyanyian. (Tabut Allah dipikul di pundak orang-orang Lewi, artinya berhubungan langsung dengan orang-orang yang mengangkatnya)

Obet-Edom adalah seorang filistin, seorang Kafir yang sangat mengerti prinsip ini. Ia tahu dengan pasti bahwa tabut Allah atau hadirat Allah dengan pasti bahwa tabut Allah atau hadirat Allah adalah sumber segala sesuatu. Ia dan seisi rumahnya begitu sangat diberkati ketika tabut Allah dititipkan di rumahnya. Oleh karena itu, ketika tabut Allah diambil kembali oleh Daud, Obed-Edom rela meninggalkan segalanya asal selalu dekat dengan tabut Allah yang sangat berharga itu. (I Taw 15:18,21; I Taw 16:5). Bagaimana dengan hidup kita sehari-hari, apakah hadirat Tuhan adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kita?/rp-wjgkkd/170906-p03/e-okezone.com

* Image credited to: anadaveanic.blogspot.com

Thursday, September 11, 2014

Hidup Dalam Komunitas


e-Okezone.com, Hidup Dalam Komunitas - Pernahkah saudara melihat semut dengan koloninya, domba dan kawanannya? Mengapa binatang tersebut ada dalam kelompoknya? Jawabannya jelas, supaya bisa hidup dan menemukan rasa aman. Dengan instingnya, binatang itu mengerti bahwa ketika sendirian, ia mudah diserang musuh (pemangsa). Begitu juga dengan manusia, ia membutuhkan komunitas. Artinya setiap mahkluk hidup membutuhkan tempat untuk hidup bersama. Mengapa demikian, sudah menjadi kodratnya bahwa baik binatang maupun manusia tidak bisa hidup sendiri. Mau tidak mau, sadar tau tidak setiap makhluk hidup membutuhkan komunitas. Ini merupakan sebuah kebutuhan dasar.

Komunitas itu apa sih?
Komunitas merupakan tempat berkumpulnya dua atau tiga orang atau lebih disuatu tempat untuk suatu tujuan tertentu. Komunitas-komunitas itu bisa kita jumpai dimana-mana; dijalan-jalan, klub-klub, sekolah, kampus, kantor, dll. Contohnya komunitas punkers, komunitas band, komunitas motor cross, komunitas pelajar, dll

Seringkali sebuah komunitas terbentuk berdasarkan kesamaan-kesamaan; hobby, pekerjaan, suku, pendidikan, kepemilikan, dll. Hidup berkomunitas itu baik, namun yang tidak benar adalah ketika dalam komunitas itu tidak ada tujuan. Dan kebanyakan komunitas anak muda saat ini terbentuk hanya karena kesenangan dan demi kesenangan.

Komunitas orang-orang percaya
Bagi kita orang-orang percaya, komunitas seperti apa yang ingin kita ciptakan? Dan apakah hanya karena kesamaan-kesamaan serta rasa saling membutuhkan kita harus berkomunitas? Jika kita mau berpikir lebih dalam, tidaklah demikian. Dasar kita berkomunitas bukan hanya karena memiliki persamaan dan saling membutuhkan, dalam arti kita perlu menghargai dan dihargai, menolong dan ditolong, memberi dan diberi orang lain,.. semua ini adalah kebutuhan secara humanisme. Namun disisi lain, ada dasar dan tujuan yang sangat penting, yaitu kita ingin menjadi rumah ilahi, tempat dimana Allah hadir. Matius 18:20 menyatakan, "Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka." Jadi, ketika ada komunitas atau dua tiga orang yang kumpul dalam nama Yesus, disitu Allah hadir.

Ketika Allah hadir di tengah-tengah komunitas, ada perkara besar yang terjadi, contohnya: pentakosta terjadi, pintu penjara terbuka, rantai yang membelenggu Paulus dan Silas terlepas, tembok Yerikho diruntuhkan. Dan jika di ungkap lebih jauh, tentunya masih banyak lagi keajaiban lain yang terjadi./rp-wjgkkd/170906-p02/e-okezone.com

Apakah saudara masih hidup dalam komunitas?
* Image credited to: lakeshore.wnyric.org

Berjalan Dalam PerjanjianNya dan Jadilah Berkat Bagi Orang Lain


e-Okezone.com, Berjalan Dalam PerjanjianNya dan Jadilah Berkat Bagi Orang Lain - Kesuksesan dan kelimpahan tidak diperoleh dengan cara menunggu, juga tidak datang karena menemukannya apalagi diimpartasikan. Namun kesuksesan dan kelimpahan datang karena setiap kita berjalan dalam perjanjian Tuhan yaitu perjanjian berkat. Inilah kunci kesuksesan dan kelimpahan, berjalan saja dengan perjanjian Tuhan. Berjalan dalam perjanjian Tuhan itu berarti berjalan dalam takut akan Tuhan (kehidupan doa) dan sangat suka akan firmanNya (Mazmur 112:1)

4 Langkah Untuk Tinggal & Berakar Dalam Firman Berjalan dalam perjanjian Tuhan (perjanjian berkat sesuai Kejadian 12:1-3), pilihannya hanyalah tinggal dan berakar didalam Firman Tuhan melalui 4 langkah (4M). FirmanNya mengatakan:

Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimala dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin... Yakobus 1:21-27

Dari kebenaran inilah 4M sebagai langkah untuk tinggal dan berakar dalam Firman bisa ditemukan.

Menerima Dengan Lemah Lembut (Yakobus 1:21)
Langkah pertama untuk bisa tinggal dan berakar dalam Firman Tuhan adalah memiliki kelembutan hati, rindu mau diajar oleh Tuhan, memiliki kesediaan untuk dibentuk oleh Tuhan, tidak sok tahu dan menganggap dirinya bijak. Oleh karena itu kata firman Tuhan buanglah sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak. Apakah itu? Saya begitu percaya bahwa kesombongan adalah kejahatan dan sesuatu yang kotor yang harus kita buang terlebih dahulu. Tanpa membuang kesombongan mustahil kita ini bisa menerima Firman dengan lemah lembut. Oleh karena itu sebelum merenungkan Firman berdoalah dan mintalah kepada Roh Kudus untuk melembutkan hati setiap kita.

Tahukah saudara bahwa berkat menerima firman Tuhan dengan lemah lembut? Yakobus 1:21 mengatakan bahwa firman itu akan berkuasa menyelamatkan jiwa kita, firman Tuhan akan menyembuhkan emosi, meluruskan kehendak dan memperbaharui pikiran kita.

Meneliti Dengan Tekun/Merenungkan (Yakobus 1:25)
Langkah kedua untuk bisa tinggal dan berakar dalam firman Tuhan adalah meneliti dengan tekun atau merenungkan firman Tuhan. Bukan hanya dibaca sepintas tetapi direnungkan secara mendalam melalui pertanyaan-pertanyaan. Merenungkan firman Tuhan termasuk didalamnya memperkatakan, menyanyikan firman Tuhan dan menghafalkan. Berkat saat kita merenungkan firman Tuhan adalah hidup kita akan dimerdekakan (Yakobus 1:25). Benar-benar merdeka, seperti kata Yohanes 8:31, "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Keuangan kita akan merdeka, masa lalu kita akan dimerdekakan, hubungan kita akan dimerdekakan, dan masa depan kita akan dimerdekakan pula. Bahkan Firman Tuhan didalam Mazmur 1:3 menyediakan berkat bagi perenung firman:

Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil

Melakukan Dengan Sunguh-sungguh (Yakobus 1:25)
Allah tidak menginginkan umatnya ahli didalam teori, hanya tahu banyak tetap tidak mau melakukan kebenaran yang memerdekakan hidup. Kekristenan tidak berteori tetapi selalu praktek. Dia memberikan janji apabila kita setia di dalam melakukannya maka hidup kita akan berbahagia (Yakobus 1:25). Bahkan bukan hanya berbahagia atau blessed (diberkati) namun yang lebih dahsyat berkatnya adalah hidup kita akan kuat dan kokoh karena kita seperti membangun di atas batu. FirmanNya mengatakan:

Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendidikan rumahnya diatas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan diatas batu. (Matius 7:24-25)

Perbedaan mendasar antara pendengar dan pelaku firman adalah saat terjadi goncangan, aniaya, tekanan, masalah yang diibaratkan dengan kehadiran hujan, angin puting beliung dan banjir. Pelaku firman akan bertahan dalam menghadapi cobaan tersebut sedangkah jika hanya pendengar tidak.

Membagikan (Yakobus 1:26)
Langkah terakhir untuk tinggal dan berakar di dalam firman adalah membagikan atau menyaksikan kepada orang lain, baik yang sudah mengenal Kristus ataupun yang belum. Yakobus memberikan nasihat yang begitu keras, "kalau kita menganggap beribadah tetapi perkataan kotor dan gosip yang keluar dari mulut kita maka sia-sialah ibadah kita." Oleh karena itu untuk menjadikan ibadah kita sempurna adalah dengan menggunakan mulut kita untuk membagikan kebenaran firman yang kita renungkan. Berkatnya adalah sangat luar biasa yaitu ibadah kita akan semakin kudus dan murni (Yakobus 1:27)

* Image credited to: whitehorsenazarene.org

Kunci Untuk Terobosan


e-Okezone.com, Kunci Untuk Terobosan - Pada waktu saudara menjadi anak Tuhan, saudara tidak bisa menyangkali bahwa ada 2 kerajaan, yaitu kerajaan iblis dan kerajaan Allah. Kerajaan setan akan selalu mencoba menguasai saudara, untuk itu saudara harus meluruskan/memposisikan diri pada Kerajaan Allah. Dan jika saudara memilik untuk hidup dengan sistem kerajaan Allah, maka saudara juga harus hidup dalam janji-janji Allah

Untuk saudara bisa menerima janji-janji Allah, saudara harus memiliki hati yang benar-benar bergairah (passionate) untuk mengejar apa yang Tuhan janjikan. Passion adalah kegairahan kepada Allah, kegairahan dari sorga yang Tuhan taruh di jiwa saudara. Itu berarti saudara tidak bisa mendapat janji Allah, tidak bisa mendapat kemenangan, kemerdekaan, pemulihan hanya karena saudara ke gereja seminggu sekali. Sebab untuk saudara bisa memiliki apa yang Tuhan janjikan, saudara harus mendeklarasikan janji-janjiNya. Bagian saudara hanyalah percaya, pada apa yang belum ada seperti sudah ada. Sebab setan tertarik pada masa depan hidup saudara. Tujuan setan mengganggu saudara supaya saudara mempertanyakan Tuhan, meragukan Tuhan, dan akhirnya tidak mempercayai Tuhan, ada 4 cara setan yang membuat saudara tidak fokus pada janji Tuhan:

DELAY - PENUNDAAN (Daniel 10:2-14)
Setan pakai delay untuk melemahkan iman percaya saudara kepada Tuhan. Jika saudara sudah berdoa, datang ke gereja, ikut pelayanan, saudara percaya akan ada terobosan tapi saudara belum lihat terobosan itu, jangan menyerah. Tuhan belum selesai, Dia masih bekerja. Setan sedang mencoba untuk menunda mujizat Tuhan yang saudara rindukan. Sebab dia tahu bahwa setiap penundaan akan melemahkan kerinduan saudara. Jika saudara telah menunggu tetapi belum ada jawaban, bukan saatnya untuk saudara menjadi lemah, tetapi saudara harus semakin fokus dan semakin bertekad mendapatkannya.

DECEIT - PENDUSTAAN (Yohannes 8:44)
Setan adalah bapa pendusta, penipu. Dia ahlinya memberi pengajaran sesat. Sebab dia tahu jika dia bisa mempengaruhi satu generasi melalui pengajaran sesat, berarti dia bisa menyesatkan jutaan orang pengikut Yesus. Dan setiap pengajaran sesat itu akan membuat saudara mendapat kepuasan diri (self-gratification). Sebaliknya, jika saudara mengikut Yesus, itu berarti saudara harus sangkal diri dan pikul salib. Saudara tidak bisa melakukan apa yang saudara mau, tetapi saudara melakukan apa yang Tuhan mau. Memang mudah untuk diucapkan tetapi pada waktu saudara menghidupinya akan penuh tantangan.

DISTRACTION - GANGGUAN
Semakin saudara mengikuti jalan Tuhan, semakin banyak gangguan. Sebab fokus yang buyar adalah tujuan dari serangan setan. Maka dari itu, dikatakan di Amsal 4:27 "Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan" yang artinya adalah fokus. Fokus adalah dimana seluruh perhatian, tenaga, energi saudara dikerahkan pada satu tujuan.

DISAPPOINTED - KECEWA
Setan akan membuat saudara kecewa dengan hidupmu sendiri, kecewa dengan gerejamu, kecewa dengan Tuhan, kecewa dengan orang lain. Dia akan membuat saudara merasa tertuduh, menyesal, tidak layak, tidak berharga. Pada waktu saudara kecewa, setan telah berhasil membuat saudara tidak fokus lagi.

Fokus adalah kunci terobosan terjadi. Jika kita fokus kepada Yesus dan membuat Yesus sebagai Tuhan, Kurios satu-satunya, penguasa tunggal dan tidak ada ilah lain yang membuat keputusan dalam hidup saudara, maka Tuhan akan membuat saudara berhasil dan menerima janji-janji Allah. Apa yang setan sudah curi dari saudara, Tuhan akan pulihkan. Kuncinya adalah saudara selalu ingat bahwa Allah ciptakan aku untuk menjadi pemenang, firmanNya menyatakan "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita." (Roma 8:37)/RP-WJGKKD/100906-P03, (e-okezone.com)
* Image credited to: internetmarketinginc.com