Sunday, November 16, 2014

Penghalang Memasuki Tanah Perjanjian


penghalang memasuki tanah perjanjian
Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. (1 Korintus 10:5)

e-Okezone.com, Penghalang Memasuki Tanah Perjanjian - Masuk ke dalam Tanah Perjanjian (The Promised Land) sudah menjadi bagian kita yang Tuhan sudah berikan. Namun Tuhan juga memberikan Warning untuk setiap kita berhati-hati! Karena bisa-bisa ada diantara kita tidak bisa memasuki dan menikmati tanah perjanjian yang penuh susu dan madu. Seperti yang terjadi atas bangsa Israel (1 Kor 10:5). Oleh karena itu, janganlah mempermainkan Tuhan dan kebaikanNya (1 Kor 10:12). Biarlah bangsa Israel menjadi contoh agar setiap kita tidak meneladani cara hidup bangsa Israel (1 Kor 10:6, 11). Adapun gaya hidup yang menghalangi memasuki Tanah Perjanjian adalah:

Menginginkan hal-hal yang jahat (1 Kor 10:6, Bil 11:4)

Hal-hal yang jahat yang dimaksud di ayat ini adalah tidak mempercayai bahwa Allah mampu memenuhi saat ada kebutuhan atau menyelesaikan masalah, namun bangsa Israel selalu ingin kembali ke Mesir (Bil 11:4-21). Tuhan marah karena bangsa Israel merendahkan Tuhan dan menganggap Tuhan tidak mampu.

Menjadi Penyembah Berhala (1 Kor 10:7, Kel 32:6)
Bangsa Israel meninggikan lembu emas melebihi Tuhan. Apapun yang kita tinggikan melebihi Tuhan itu adalah berhala. Itu bisa berbicara mengenai pekerjaan, uang, pasangan hidup, hobbi, motor, buku, bisnis atau studi. Dan Tuhan tidak mau di nomor duakan oleh kesemuanya itu. Jikalau tidak bertobat maka berhati-hatilah!

Melakukan Percabulan (1 Kor 10:8, Bil 25:1-8)
Bangsa Israel di tolak oleh Tuhan karena mereka hidup dalam percabulan. Tahukan saudara bahwa setiap mereka mengalami perkara-perkara rohani yang dahsyat (mereka di baptis dalam awan dan dalam laut - berbicara baptisan air dan Roh Kudus). Tetapi mereka ditolak oleh Tuhan karena hidup dalam percabulan, menikah dengan orang yang tidak percaya. Hal yang sama juga bisa berlaku atas kita, berapa banyak kita yang masih menikmati vcd porno, membaca buku porno, melihat film porno, menikmati onani dan masturbasi, sampai hari ini? Jangan keraskan hatimu (Ibrani 4:7), bertobatlah, karena bila tidak maka engkau tidak akan pernah menikmati Tanah Perjanjian.

Mencobai Tuhan (1 Kor 10:9, Bil 21:5-6)
Sebenarnya yang lebih tepat adalah memberontak kepada Allah dan kepada Musa. Bangsa Israel di tolak oleh Allah karena (tidak taat) memberontak kepadaNya dan kepada pemimpinnya. Bagaimana dengan saudara? Masihkan saudara suka memberontak dan membicarakan pemimpinmu (orang yang diurapi Tuhan?) Hati-hatilah, dan bertobatlah, inilah waktu perkenan itu.

Bersungut-sungut (1 Kor 10:10, Bil 16:41-49)
Bangsa Israel di tolak oleh Tuhan karena suka bersungut-sungut atas apapun yang Dia lakukan atas umatNya. Akar dari persungutan sebenarnya hati yang suka memberontak dan hati yang tidak percaya kepada Allah. Bagaimana dengan hidup kita, masihkan persungutan selalu ada dalam bibir kita? Berawas-awaslah supaya kita tidak tersandung./rp-wjgkkd/140107-p02/e-okezone.com

*Image credit: gppc.ca
Blogger Widgets

Saturday, November 15, 2014

Menyelamatkan Seisi Keluarga


Menyelamatkan seisi keluarga untuk Tuhan
e-Okezone.com, Menyelamatkan Seisi Keluarga - Tahukah anda bahwa iman seorang wanita mampu menyelamatkan seisi rumahnya? Sekalipun seluruh kotanya luluh lantak dan dibinasakan, Rahab dan seisi rumahnya diselamatkan. Rahab adalah seorang perempuan sundal yang tinggal di Yerikho, yaitu kota yang diberikan oleh Allah untuk diduduki oleh bangsa Israel. Dengan kata lain, Rahab adalah seorang musuh dan bukan wanita baik-baik. Namun Firman Tuhan mencatat imannya membuat dia tidak binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka. Karena iman, Rahab menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. Sama halnya dengan Rahab, iman kita pun bisa menyelamatkan seisi keluarga kita.

Mengetahui Rencana Tuhan (Yosua 2:10). Tidak hanya tahu, tetapi SEPAKAT! Saat teduh, khotbah mingguan dan doa-doa yang kita lakukan seringkali memberi arahan tentang apa yang Tuhan mau. Sikap hati kita menentukan apakah kita mau tahu dengan rencanaNya atau tidak. Perhatikan bahwa sikap hati kita penting sekali.

Mengenal Tuhan (Yosua 2:10). Meskipun kita baru kenal Tuhan, tapi hari-hari ini Tuhan akan adakan percepatan dalam mengenal Tuhan asal hati kita selalu rindu untuk intim dengan Tuhan. Kenal Dia melalui firmanNya. Baca 4-5 pasal per hari, renungkan seperti kita sedang mengunyah makanan dan masukkan itu menjadi pertumbuhan bagi roh kita.

Menggunakan Kuasa Darah Kristus (Yosua 2:18). Rahab menggantungkan tali kirmizi yang sejajar dengan anak domba Paskah atau merupakan lambang darah Kristus pada jendela rumahnya. Sadari bahwa setiap kita wanita memiliki peranan yang sangat penting untuk mengundang darah Yesus untuk keselamatan seisi keluarga kita./rp-wjgkkd/210107-p10/e-okezone.com

*Image credit: knowingnothingcompares.blogspot.com

Friday, November 14, 2014

Ayah Hebat, Anak Dahsyat


Ayah hebat anak hebat
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:6-7)

e-Okezone.com, Ayah Hebat, Anak Dahsyat - Jika kita rindu memiliki anak yang dahsyat, tak bisa menyerahkan pengasuhnya hanya kepada guru, pendeta ataupun ibunya saja. Peran aktif seorang ayah dalam mendidik anaknya sangatlah penting terutama dalam membangun keintiman dengan Tuhan.
  • Berdoa dan berpuasa untuk anak
  • Mengingatkan dan mengajak anak untuk berdoa saat mau makan, mau tidur dan bangun tidur
  • Membaca Firman dan menghafalkan ayat bersama
  • Bercerita sebelum tidur tentang "pahlawan-pahlawan iman"
  • Menegaskan bahwa Tuhan baik saat anak mendapatkan hadiah. "Nak, bukankah Tuhan baik memberikanmu sepasang baju"
  • Memberi teladan dalam melayani/rp-wjgkkd/210107-p04/e-okezone.com
*Image credit: swordofthespirit.net

Intim Dengan Tuhan


Intim dengan Tuhan
e-Okezone.com, Intim Dengan Tuhan - Suatu ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon, sedang makan-makan bersama banyak orang. Datanglah seorang perempuan membawa buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah leher buli-buli itu dipecahkan, dicurahkannyalah minyak itu ke atas kepala Yesus. Seolah-olah wanita itu hendak mengatakan bahwa dia mengasihi Yesus dengan seluruh hati, seluruh jiwa dan seluruh akal budinya. Melihat hal tersebut, ada orang yang marah dan memprovokasi orang di sekitarnya: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu itu?..." Akibatnya banyak orang memarahi perempuan tersebut. Satu dinar ialah upah seorang pekerja harian selama sehari. Bila UMR pada saat ini adalah Rp. 20.000,- sehari, maka 300 dinar adalah Rp 6 juta rupiah.

Melihat wanita ini dimarahi oleh banyak orang, Yesus membelanya. Tentu saja hati kita yang bersimpati kepada wanita itu ikut senang ketika Yesus membelanya. Tetapi yang menarik adalah alasan kenapa Yesus membela wanita tersebut. "Biarkanlah dia... Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. TubuhKu telah diminyakinya sebagai persiapan penguburanku" (Makrus 14:3-9). Dari ayat itu kita dapat mengerti bahwa wanita tersebut melakukan hal itu karena ia tahu bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Yesus akan mati.

Ada banyak orang disekitar Yesus. Bahkan 12 dari antaranya adalah murid-muridNya yang selalu menyertai Yesus, dan diajar secara khusus oleh Yesus. Tetapi dari sekian banyak orang yang dekat dengan Yesus, nampaknya tak satupun yang menyadari bahwa hari kematian Yesus sudah sangat dekat. Seharusnya murid-murid itulah yang melakukan persiapan menyongsong kematian Yesus. Namun mereka tidak menyadari dan memahaminya. Mengapa? Dua belas muridNya masih belum mempunyai tingkat keintiman yang cukup dengan TuhanNya.

Mengapa justru si wanita itu yang bisa menyadari bahwa hati kematian Yesus sudah sangat dekat? Jawabannya adalah karena si wanita itu orang yang sangat intim dengan Yesus. Ketika Yesus berkunjung ke rumahnya, dia tinggalkan semua kegiatannya, menyediakan waktu hanya untuk duduk di dekat kaki Yesus dan mendengarkan Dia berkata-kata (Lukas 10:38-42). Nampaknya itulah yang selalu dilakukannya bila Yesus ke rumahnya. Tidak heran bila dia mengenal isi hati Tuhannya begitu dalam lebih dari yang lain. Keintiman si wanita itu dengan Tuhan akan menggerakkan hati Tuhan untuk memberitahukan isi hatiNya kepadanya. Keintiman dengan Tuhan juga akan membuat kita mampu menangkap isi hatiNya, bahkan sebelum dikatakanNya. Hubungan yang sedalam itulah yang sebenarnya diinginkanNya dengan kita. Intim dengan Dia. Bukankah Dia mempelai kita?/rp-wjgkkd/180207-p04/e-okezone.com

*Image credit: thepastorssnack.blogspot.com

Sunday, November 9, 2014

3 Pesan Timotius Bagi Para Pria


Pesan timotius bagi para pria
Oleh karena itu aku ingin, supaya dimana-mana orang laki-laki berdoa dengan manadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan. (1 Timotius 2:8)

e-Okezone.com, 3 Pesan Timotius Bagi Para Pria - Salah satu pesan Tuhan bagi para pria (khususnya para suami/ayah) adalah "para suami/ayah untuk semakin banyak berdoa dan membaca Firman sehingga hidupnya terjaga, karena iblis akan menyerangmu terlebih dahulu. Kalau engkau kalah maka akan bisa dipastikan keluargamu akan kalah." Oleh karena itu dengarkanlah 3 pesan dari Timotius ini.

Pesan 1 - Dimana-mana berdoa
Tidak perlu ditafsirkan macam-macam. Pesannya sangat jelas, "dimana-mana harus berdoa." Di mobil, di sepeda motor, di kantor, di kampus, di rumah, dan di mall. Belajarlah berdoa dalam bahasa roh dimanapun kita berada.

Pesan 2 - Menjaga tangan tetap suci
Tangan kita harus suci. Tidak digunakan untuk memegang hal-hal yang najis. Bagi yang belum menikah dan memiliki pasangan, tangan tidak boleh digunakan untuk memegang daerah-daerah terlarang dari pasangan kita. Itu dosa! Kalau tidak menjaga kesucian maka kita tidak akan mendapatkan apa yang kita doakan.

Pesan 3 - Tidak suka marah-marah dan berselisih
Kalau kita suka marah-marah dan berselisih maka doa kita akan terhambat. Makanya Tuhan kasih pesan dengan jelas, "Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu" (Matius 5:23-24)/rp-wjgkkd/210107-p04/e-okezone.com

*Image credit: inewmedia.org